Minggu, 28 Juli 2013
Sabtu, 08 Desember 2012
Selasa, 06 November 2012
Photography "Music Street"
MODEL : CITRA ARIYANTI
NW : RUTH PHOTOGRAPH
Tema : "Music Street"
Type Camera : Nikon D31OO
masukannyaa yaa danke ^^
Minggu, 04 November 2012
Tugas MKU agama kristen "kenakalan Remaja"
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tindakan kenakalan remaja biasanya
berupa tindakan yang menyimpang dan dilakukan oleh kelompok remaja. Kenakalan
remaja menyebabkan kekacauan dilingkungan sekitarnya. Tindakan tersebut berasal
dari remaja itu sendiri, atau berasal dari teman bergaul. Kelompok anak – anak
nakal tersebut disebut geng.
Remaja yang banyak melakukan kenakalan
remaja ini biasanya berusia 15–29 tahun. Karena masa – masa inilah remaja mulai
mencari jati diri mereka. Kenakalan remaja yang mengarah pada kejahatan
merupakan hasil dari lingkungan sekitarnya baik dari lingkungan keluarga maupun
sosialnya.
Selain itu, kenakalan remaja adalah
tindakan yang menyimpang. Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar
peraturan dan norma – norma yang berlaku dimasyarakat.
Oleh karena itu remaja yang telah
terjerumus pada perbuatan yang tidak baik perlu dibantu untuk menemukan jati
diri yang sesungguhnya. Kesadaran dan kepedulisn bsnysk pihsk diperlukan untuk
mengantarkan mereka kepada kehidupan yang benar dan membahagiakan semua pihak.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kebiasaan Merokok pada Usia Dini
Kebiasan merokok bagi sebagian orang
merupakan suatu hal yang nikmat apabila dilakukan, tetapi tidak bagi orang
lain. Meskipun semua orang mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari merokok,
perilaku merokok tetap membudidaya pada sebagian orang.
Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan
sehari – hari seperti dilingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan
– jalan. Bahaya yang ditimbulkan dari merokok sangat banyak bagi kesehatan,
tetapi sayangnya masih banyak remaja tetap menikmatinya.
Dalam asap rokok terdapat 4.000 zat
kimia berbahaya bagi kesehatan diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif
dan tar yang bersifat karsinogenik.
Selain itu, efek rokok/tembakau memberi
rangsangan pada depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran
dan tingkah laku. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan
rokok, karena ketergantungan pada nikotin.
Hal yang memperhatikan adalah usia
pertama kali merokok semakin lama semakin muda. Jika dahulu orang mulai berani
merokok saat SMP, tetapi sekarang anak – anak SD kelas 5 sudah mulai merokok
secara diam – diam. Tindakan merokok pada anak – anak dibawah umur ini
merupakan suatu tindakan kenakalan. Jika ditilik ke belakang apa yang
menyebabkan remaja masuk dalam budaya merokok sangatlah banyak. Berbagai faktor
seperti pengaruh orang tua, teman, iklan serta kepribadian remaja mampu
menyebabkan remaja terjerumus dalam budaya merokok.
Remaja yang berasal dari keluarga yang
menekankan nilai – nilai sosial dan agama dengan baik lebih sulit untuk terlibat
dengan merokok. Dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga yang tak
mementingkan urusan orang lain selain urusannya sendiri.
Selain itu, perilaku merokok mudah
didapati pada remaja yang ayah dan ibunya merokok pula. Tindakan merokok remaja
disebabkan karena mencontoh tindakan orang tua mereka.
Namun, pergaulan dapat pula dituding
sebagai penyebab perilaku merokok remaja. Biasanya remaja menjadi perokok
karena lingkungan pergaulan yang mengajarkan.
2.2 Tawuran Remaja
Tawuran remaja kini menjadi hal yang
sering terjadi di kota – kota besar seperti Jakarta. Tawuran kerap terjadi di
jalan – jalan Kota Jakarta. Terjadinya tawuran dapat menyebabkan korban jiwa
dan kerusakan barang di sekitar tempat kejadian. Alhasil tawuran remaja membuat
takut dan cemas masyarakat sekitar.
2.3 Penyalahgunaan Narkotika
Peredaran narkotika di Indonesia sudah
pada tingkat memprihatinkan. Setiap tahun jumlah penggunaanya semakin
bertambah. Hal yang mengkhawatirkan adalah remaja merupakan target utama pasar
narkotika.
Banyak upaya yang dilakukan oleh aparat
berwenag untuk menangkal masuknya zat – zat terlarang itu dari Indonesia. Namun
terlepas dari semua tindakkan tersebut, keluarga ikut berperan menciptakan
kondisi remaja agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotik.
Istilah narkotik sering kali diartikan
sebagai narkoba, NAZA atau Napza. Secara umum, kesemua istilah itu mempunyai
pengertian yang hampir sama, yaitu penggunaan zat – zat tertentu yang
mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan ketergantungan (adiksi).
2.4 Pornografi
Dahulu pornografi hanya sebatas masalah
selingan. Namun kini, pornografi dianggap sebagai pangkal dari permasalahan
seksual. Perilaku– perilaku penyimpangan seksual kaum remaja dan pemuda masa
kini sudah pada taraf membahayakan. Pornografi kini dijadikan ajang mencari
kesenangan bahkan dijadikan sebagai lahan pencarian nafkah yang mengguntungkan.
Pornografi adalah salah satu tindakan
kenakalan remaja yang tidak terlihat, tetapi membawa dampak negatif bagi
masyarakat. Sebagian besar remaja terlibat dalam pornografi. Mereka menganggap
bahwa pornografi adalah hal biasa dan bukan kenakalan remaja. Pornografi
dianggap sebagai pendidikan seks. Kenyataannya, pornografi justru merupakan
awal mula terjadinya penyimpangan seksual. Sebagai media pendidikan manakala
pornografi disikapi dengan sikap bijak dan dilakukan di bawah pengawasan orang
dewasa. Sebaliknya, akan menjadi penyimpangan jika melihat dari sudut pandang
yang berbeda.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Definisi
kenakalan
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut. Sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain ; tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi mengemukakan pendapatnya bahwa Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”. Dan Santrock mengatakan bahwa ”Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut. Sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain ; tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi mengemukakan pendapatnya bahwa Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”. Dan Santrock mengatakan bahwa ”Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya.
3.2 Definisi
Remaja
Masa
remaja adalah masa transisi/ peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang
ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik,psikis & psikososial. Remaja
awal (13-14 thn) Remaja Tengah (15-17 Thn) Remaja akhir (18-21 Thn)
Istilah “Remaja” berasal dari bahasa latin “Adolescere” yang berarti remaja. Mencakup kematangan mental,emosi,social,dan fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh Jhon Pieget, :secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkat yang sama. Presepsi umum tentang remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain, ada yang berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme yang menjadi harapan penerus bangsa Perlu dilakukan pembinaan remaja oleh orang tua dan guru harus memahami kejiwaan dan dunia mereka. Bila tidak akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.
Istilah “Remaja” berasal dari bahasa latin “Adolescere” yang berarti remaja. Mencakup kematangan mental,emosi,social,dan fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh Jhon Pieget, :secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkat yang sama. Presepsi umum tentang remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain, ada yang berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme yang menjadi harapan penerus bangsa Perlu dilakukan pembinaan remaja oleh orang tua dan guru harus memahami kejiwaan dan dunia mereka. Bila tidak akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.
3.3 Pandangan Alkitab
Terhadap Remaja
Alkitab
mengajarkan bahwa sebagai remaja Kristen, tubuh kita adalah bait Allah yang
hidup. Paulus amat memperhatikan perbuatan dan tingkah laku orang Kristen. Ia
berkata kepada orang-orang Kristen di Korintus demikian: “Tidak tahukah kamu
bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1Kor.
3:16). Kemudian ia berkata lebih lanjut: “Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu
adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. . . ?” (1Kor. 6:19).
Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya bahasa retoris “tidak tahukah kamu” yang mempunyai pengertian bahwa mereka sesungguhnya sudah harus tahu bahwa sebagai orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang hidup di mana Roh Kudus diam di dalam mereka.
Bagi remaja dunia, tubuh adalah alat untuk melampiaskan nafsu tetapi bagi remaja Kristen, tubuh ialah bait Allah yang kudus sehingga remaja Kristen sepatutnya hidup dalam kekudusan. Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita tetap hidup menuruti hawa nafsu berarti kita mendukakan Roh Kudus. Kita dipanggil untuk meninggalkan semua kebiasaan yang dapat memperhamba kita tetap hidup dalam dosa supaya kita dapat hidup dalam kekudusan. Apakah ada dosa-dosa yang membelenggu kita seperti pesta-pora, mabuk, judi, narkoba? Kita perlu memohon kepada Tuhan agar kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk lepas dari perbuatan-perbuatan dosa yang memperhamba kita. Menurut remaja dunia, pesta-pora, mabuk, judi dan narkoba adalah hal yang normal. Tetapi menurut Alkitab semua itu memperbudak kehidupan kita sehingga kita hidup dalam belenggu dosa.
Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya bahasa retoris “tidak tahukah kamu” yang mempunyai pengertian bahwa mereka sesungguhnya sudah harus tahu bahwa sebagai orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang hidup di mana Roh Kudus diam di dalam mereka.
Bagi remaja dunia, tubuh adalah alat untuk melampiaskan nafsu tetapi bagi remaja Kristen, tubuh ialah bait Allah yang kudus sehingga remaja Kristen sepatutnya hidup dalam kekudusan. Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita tetap hidup menuruti hawa nafsu berarti kita mendukakan Roh Kudus. Kita dipanggil untuk meninggalkan semua kebiasaan yang dapat memperhamba kita tetap hidup dalam dosa supaya kita dapat hidup dalam kekudusan. Apakah ada dosa-dosa yang membelenggu kita seperti pesta-pora, mabuk, judi, narkoba? Kita perlu memohon kepada Tuhan agar kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk lepas dari perbuatan-perbuatan dosa yang memperhamba kita. Menurut remaja dunia, pesta-pora, mabuk, judi dan narkoba adalah hal yang normal. Tetapi menurut Alkitab semua itu memperbudak kehidupan kita sehingga kita hidup dalam belenggu dosa.
3.4 PERGAULAN BEBAS REMAJA
Perilaku
yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat
mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya angka
aborsi dikalangan remaja. Karena perilaku yang tidak bertanggung jawab, maka
seringkali kehamilan terjadi diluar kehendak mereka. Maklum, akibat kurangnya
pengetahuan dan sikap sembrono. Sangat berbahaya mengingat hal ini
menyangkut jiwa manusia dan kesehatan reproduksinya dimasa mendatang.
Ketidaksadaran akan hal ini sungguh sangat mengkuatirkan. Hal lain yang patut
dikuatirkan adalah penggunaan obat terlarang yang marak beredar di pesta-pesta
anak muda. Gaya hidup dengan pergaulan seks yang tidak bertanggung jawab juga
mereka lakukan pada pacar sendiri. Dan dianggap sebagai ungkapan rasa cinta bila
mereka akhirnya bisa tidur bersama. Banyak dilihat kasus-kasus narkoba yang
mengarah pada sifat suka mencuri atau bahkan merampok. Konsumsi narkoba
memerlukan biaya yang tidak sedikit.
3.5 Faktor
– Faktor yang Menyebabkan Kenakalan Remaja
1. Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.
Kasih Sayang orang tua merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan remaja karena dukungan orang tualah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk berusaha dan untuk berprestasi tetapi jika orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak mempedulikan remaja tersebut, ia akan menjadi anak yang kurang kasih sayang dan ia akan mencari kesenangan sendiri yang bisa membuat dia tenang dan tidak memikirkan masalah dirumah, paling banyak kasus dari kenakalan remaja ini Indonesia adalah mereka yang berasal dari golongan atas/ anak dari orang tua yang berlebihan dalam materi, orang tua yang sibuk dengan segala urusan bisnis membuat anaknya terlantar dan hanya diurusi oleh pembantu.
2. Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.
Akibat dari kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua anak akan mencari kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman yang tidak sebaya. Yang lebih dewasa dari mereka karena mereka merasa dilindungi sehingga mereka mencari teman-teman yang lebih dewasa dari mereka. Dengan begitu mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.
3. Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif
Perkembangan iptek memang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi para remaja, namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan fungsi teknologi yang sebenarnya.
4. Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah
Peran guru di sekolah juga sangat berpengaruh pada sikap dan tingkah laku seorang remaja. Terkadang guru di sekolah lebih lebih mementingkan intelegensi pelajar dari pada pembinaan terhadap mental dan sikap mereka dan hal ini juga akan berepengaruh pada tingkah laku mereka ada masa depan, karena guru juga sangat bertanggung jawab atas murid atau pelajar yang mereka didik.
5. Dasar-Dasar Agama Yang Kurang.
Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini. karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.
6. Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya
Masa remaja merupakan masa dimana mereka mulai menyalurkan berbagai bakat dan potensi yang mereka miliki dan terkadang media atau tempat untuk mereka menyalurkan bakat mereka,tidak tersedia dan akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari kesenangan sendiri dan lebih suka hura-hura daripada duduk tenang dirumah atau belajar.
7. Kebebasan Yang Berlebihan
Ada orang tua yang dalam mendidik anak mereka menerapkan pola asuh yang demokratis yang berlebihan sehingga anak menjadi yang keras kepala dan sering memaksakan kehendaknya kepada orang tua dan pola asuh seperti ni akan berakibat buruk pada anak.
8. Masalah Yang Dipendam
Masa remaja sering penuh dengan berbagai problem,terkadang remaja tidak terbuka pada orang tua, sehingga merek merasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah itu sendiri.ternyata mereka tidak sanggup. Contoh masalah berpacaran,ketika remaja putus cinta terkadang mereka tidak mau menceritakan hal ini kepada orang tua tetapi yang mereka lakukan adalah memendam dan akhirnya mereka sendiri yang depresi dan akhirnya lari ke hal-hal yang tidak baik.mabuk-mabukan merokok,dll.
1. Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.
Kasih Sayang orang tua merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan remaja karena dukungan orang tualah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk berusaha dan untuk berprestasi tetapi jika orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak mempedulikan remaja tersebut, ia akan menjadi anak yang kurang kasih sayang dan ia akan mencari kesenangan sendiri yang bisa membuat dia tenang dan tidak memikirkan masalah dirumah, paling banyak kasus dari kenakalan remaja ini Indonesia adalah mereka yang berasal dari golongan atas/ anak dari orang tua yang berlebihan dalam materi, orang tua yang sibuk dengan segala urusan bisnis membuat anaknya terlantar dan hanya diurusi oleh pembantu.
2. Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.
Akibat dari kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua anak akan mencari kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman yang tidak sebaya. Yang lebih dewasa dari mereka karena mereka merasa dilindungi sehingga mereka mencari teman-teman yang lebih dewasa dari mereka. Dengan begitu mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.
3. Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif
Perkembangan iptek memang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi para remaja, namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan fungsi teknologi yang sebenarnya.
4. Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah
Peran guru di sekolah juga sangat berpengaruh pada sikap dan tingkah laku seorang remaja. Terkadang guru di sekolah lebih lebih mementingkan intelegensi pelajar dari pada pembinaan terhadap mental dan sikap mereka dan hal ini juga akan berepengaruh pada tingkah laku mereka ada masa depan, karena guru juga sangat bertanggung jawab atas murid atau pelajar yang mereka didik.
5. Dasar-Dasar Agama Yang Kurang.
Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini. karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.
6. Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya
Masa remaja merupakan masa dimana mereka mulai menyalurkan berbagai bakat dan potensi yang mereka miliki dan terkadang media atau tempat untuk mereka menyalurkan bakat mereka,tidak tersedia dan akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari kesenangan sendiri dan lebih suka hura-hura daripada duduk tenang dirumah atau belajar.
7. Kebebasan Yang Berlebihan
Ada orang tua yang dalam mendidik anak mereka menerapkan pola asuh yang demokratis yang berlebihan sehingga anak menjadi yang keras kepala dan sering memaksakan kehendaknya kepada orang tua dan pola asuh seperti ni akan berakibat buruk pada anak.
8. Masalah Yang Dipendam
Masa remaja sering penuh dengan berbagai problem,terkadang remaja tidak terbuka pada orang tua, sehingga merek merasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah itu sendiri.ternyata mereka tidak sanggup. Contoh masalah berpacaran,ketika remaja putus cinta terkadang mereka tidak mau menceritakan hal ini kepada orang tua tetapi yang mereka lakukan adalah memendam dan akhirnya mereka sendiri yang depresi dan akhirnya lari ke hal-hal yang tidak baik.mabuk-mabukan merokok,dll.
3.6 Peranan Keluarga dan Agama dalam
Pembinaan Remaja
Dalam hal pembinaan kenakalan remaja
adalah sangat memerlukakan pegangan atau kekuatan luar yang dapat membantu
mereka dalam mengatasi dorongan – dorongan dan kemajuan – kemajuan yang belum
mereka kenal yaitu berupa kemajuam dan dorongan yang sering kali bertentangan
dengan nilai – nilai yang dianut dimasyarakat dan orang tua.
Bagi remaja yang memilki orang tua yang
bijaksana dan mampu memberikan bimbingan moral atau agama kepada remaja diwaktu
kecil maka diusianya itu akan dilalui
dengan tenang dan wajar, namun masa remajanya akan dilalui dengan berat.
Remaja yang tumbuh dilingkungan keluarga
yang aman dan tentram serta taat beribadah juga dilingkungan sosial. Remaja
tersebut akan hidup tenang dan dapat menerima keyakinan beragama.
Perkembangan pergaulan remaja masa kini
terutama, yang dihubungkan dengan stabilitas remaja dimana mereka terombang –
ambingkan oleh arus
dan situasi yang ada maka pada diri mereka
terjadi konflik.
Keinginan untuk mencoba dan meniru
terhadap sesuatu yang baru sesuai dengan pertumbuhan remaja. Dari sudut
kejiwaan merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja.
Menghadapi kenyataan tersebut, jika
dirumah remaja tidak mendapat pendidikan moral dan pendidikan agama dari orang
tua maka pengaruh negatif akan menimpa para remaja. Apalagi jika kedua orang
tua sibuk dengan urusan kantor dan bisnis, dimana jarang terjadi kontak dan
dialog dengan anaknya membuat hubungan
antara orang tua dan anak terasa asing baginya. Dirumah remaja tak mendapat
kasih sayang orang tua, orang tua tak
sempat memberikan dan menanamkan agama dan moral serta prinsip hidup kepada
mereka . hal ini dapat menjadi salah faktor pendorong bagi remaja untuk mencari
orang teman yang dapat memberikan kepuasan bagi dirinya sendiri sebagai
pelarian dari lingkungan kelurga yang asing bagi mereka.
Kehancuran moral seorang remaja di kota
– kota berawal dari keluarga yang tak
mau memperhatikan pergaulan anaknya disekolah sehingga presentase kenakalan
remaja cenerung meningkat. Sebaliknya jika remaja yang mendapat bimbingan yang
kuat dari orang tuanya akan mengurangi kenakalan remaja karena kenakalan remaja
masih bisa diatasi untuk dibina.
3.7 Peranan Hukum dalam Pembinaan Kenakalan
Remaja
Upaya untuk mengendalikan citra remaja
yang baik maka dalam hukum untuk pembinaan remaja dilihat dari berat ringannya
pelanggaran yang dilakukan remaja dan apabila mengarah kepada tindakan
kriminalitas bisa saja di penjarakan menurut kententuan hukum yang berlaku.
Dipenjarakan atau dilembagakan adala tindakan alternatif apabila pihak diluar
hukum dalam hal pembinaan remaja sudah tidak dapat mengembalikan kepada keadaan
semula, yaitu remaja yang mempunyai semangat tinggi dan penuh cita – cita untuk
nantinya sebagai generasi penerus bangsa.
3.8 Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kenakalan
Remaja
1. Orang
tua harus memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya.
2. Bagi
orang tua, jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak – anak dapat
teratasi.
3. Gereja sebagai organisasi
keagamaan harus juga berperan aktif dalam pembinaan terhadap remaja, karena
remaja dan pemuda/i merupakan tulang punggung gereja, mereka adalah masa depan
gereja, jika mereka tidak hidup berdasarkan dasar-dasar ajaran agama itu
sendiri, bagaimana gereja akan bertumbuh? dan disini peran gembala sidang dan
para pelayan sangat bisa mendukung remaja untuk bisa bertumbuh dalam iman dan
kepercayaannya kepada Tuhan, gereja harus lebih bisa memperhatikan dan
mengontrol kegiatan pemuda/I gereja,dan membawa mereka untuk lebih dekat kepada
Tuhan.
4. Perlu
ditanamkan dasar agama dan iman yang
kuat yang takut akan Allah Tuhan pada anak – anak sejak dini.
5. Pengawasan
orang tua yang intensif terhadap anak.
6. Mendukung
hobi/bakat anak – anak yang bernilai positif,
7. Kemauan
orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang
harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Jadi pada dasarnya pergaulan bebas dan
kenakalan remaja itu adalah apa yang disebut sekarang dengan dampak yang memang
mutlak ada dizaman sekarang ini, disaat perkembangan jiwa remaja dan
perkembangan teknologi yang semakin bertambah maju.
Dengan demikian akhirnya, pergaulan
bebas dan kenakalan remaja mempunyai akses yang luas di lingkungan masyarakat.
Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dan kenakalan
remaja, yaitu pada saat yang semakin bertambah parah keadaannya. Jika tidak
kita arasi bersama, maka akan sulitlah pembinaannya dikemudian hari nanti.
Karena semakin bertambahnya usia maka perkembangannya pun mungkin lebih komplek.
Berbagai kasus yang terjadi
kebanyakannya adalah terjadi di kota – kota besar dimana manusianya selalu
sibuk dengan kegiatan individu masing – masing. Walaupun tidak semuanya
demikian namun paling tidak kita semua tahu bahwa hal tersebut adalah bukan
rahasia umum lagi dikalangan remaja yang mana penyebabnya adalah salah asuhan
dari orang tua. Demikian pula dengan adanya suatu sistem yang mengarah pada
sistem sekuler atau pemisahan antara ilmu pengetahuan dan agama. Artinya ilmu
pengetahuan diberiakan dengan luas serta dimengerti tetapi agam sebagai modal
dasar dipelajari sendiri oleh setiap individu.
Dalam pembinaan pergaulan bebas dan
kenakalan remaja ini berbagai pihak turun untuk menanganinya dan ini sudah
sampai pada tahap yang serius karena akhir – akhir ini kenakalan remaja semakin
meningkat.
4.2 Saran – saran
Untuk memberikan saran dalam makalah ini penyusun tidak
dapat memberikan lebih banyak selain yang sering diketahui untuk hidup yang
wajar dalam lingkungan masyarakat, keluarga maupun beagama .
Sebagai remaja yang baik kita haurs mentaati
segala aturan maupun norma– norma yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai
manusia yang memiliki naluri untuk menilai sesuati itu baik atau buruk untuk
kita agar kita tidak terjerumus kepada hal yang tidak baik.
Serta orang tua seharusnya meluangkan
waktu untuk membimbing serta mendidik anak mereka.
Demikian sedikit saran dari kami
bermanfaat serta dapat diambil maknanya.
Tuhan Yesus Memberkati.
DAFTAR PUSTAKA
Hasan Basri.2004.Remaja Berkualitas serta Problematika Remaja
dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kartina Kartono.2006.Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja,Jakarta:
Rajawali Pers.
Sudarsono.2004.Kenakalan Remaja,Jakarta: Rineka Cipta.
KELOMPOK III
1. DEVI
UNTARI NIM
: ACB 112 042
2. CHYNTIA
RUT LOLITA NIM :
ACB 112
044
3. RISKY
NOVAN NIM
: ACB 112 046
4. RATU
LINGGA NIM
: ACB 112 052
5. NOVITA NIM
: ACB 112 054
Langganan:
Postingan (Atom)









