Sabtu, 08 Desember 2012

Selasa, 06 November 2012

Photography "Music Street"





  








 MODEL : CITRA ARIYANTI
NW : RUTH PHOTOGRAPH
Tema : "Music Street" 
Type Camera : Nikon D31OO

masukannyaa yaa danke ^^






Minggu, 04 November 2012

Tugas MKU agama kristen "kenakalan Remaja"


BAB I
PENDAHULUAN
1.1                                        Latar Belakang
Tindakan kenakalan remaja biasanya berupa tindakan yang menyimpang dan dilakukan oleh kelompok remaja. Kenakalan remaja menyebabkan kekacauan dilingkungan sekitarnya. Tindakan tersebut berasal dari remaja itu sendiri, atau berasal dari teman bergaul. Kelompok anak – anak nakal tersebut disebut geng.
Remaja yang banyak melakukan kenakalan remaja ini biasanya berusia 15–29 tahun. Karena masa – masa inilah remaja mulai mencari jati diri mereka. Kenakalan remaja yang mengarah pada kejahatan merupakan hasil dari lingkungan sekitarnya baik dari lingkungan keluarga maupun sosialnya.
Selain itu, kenakalan remaja adalah tindakan yang menyimpang. Penyimpangan sosial adalah tindakan yang melanggar peraturan dan norma – norma yang berlaku dimasyarakat.
Oleh karena itu remaja yang telah terjerumus pada perbuatan yang tidak baik perlu dibantu untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya. Kesadaran dan kepedulisn bsnysk pihsk diperlukan untuk mengantarkan mereka kepada kehidupan yang benar dan membahagiakan semua pihak.


BAB II
LANDASAN TEORI
2.1       Kebiasaan Merokok pada Usia Dini
Kebiasan merokok bagi sebagian orang merupakan suatu hal yang nikmat apabila dilakukan, tetapi tidak bagi orang lain. Meskipun semua orang mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari merokok, perilaku merokok tetap membudidaya pada sebagian orang.
Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari – hari seperti dilingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan – jalan. Bahaya yang ditimbulkan dari merokok sangat banyak bagi kesehatan, tetapi sayangnya masih banyak remaja tetap menikmatinya.
Dalam asap rokok terdapat 4.000 zat kimia berbahaya bagi kesehatan diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik.
Selain itu, efek rokok/tembakau memberi rangsangan pada depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran dan tingkah laku. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena ketergantungan pada nikotin.
Hal yang memperhatikan adalah usia pertama kali merokok semakin lama semakin muda. Jika dahulu orang mulai berani merokok saat SMP, tetapi sekarang anak – anak SD kelas 5 sudah mulai merokok secara diam – diam. Tindakan merokok pada anak – anak dibawah umur ini merupakan suatu tindakan kenakalan. Jika ditilik ke belakang apa yang menyebabkan remaja masuk dalam budaya merokok sangatlah banyak. Berbagai faktor seperti pengaruh orang tua, teman, iklan serta kepribadian remaja mampu menyebabkan remaja terjerumus dalam budaya merokok.
Remaja yang berasal dari keluarga yang menekankan nilai – nilai sosial dan agama dengan baik lebih sulit untuk terlibat dengan merokok. Dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga yang tak mementingkan urusan orang lain selain urusannya sendiri.
Selain itu, perilaku merokok mudah didapati pada remaja yang ayah dan ibunya merokok pula. Tindakan merokok remaja disebabkan karena mencontoh tindakan orang tua mereka.
Namun, pergaulan dapat pula dituding sebagai penyebab perilaku merokok remaja. Biasanya remaja menjadi perokok karena lingkungan pergaulan yang mengajarkan.
2.2       Tawuran Remaja
Tawuran remaja kini menjadi hal yang sering terjadi di kota – kota besar seperti Jakarta. Tawuran kerap terjadi di jalan – jalan Kota Jakarta. Terjadinya tawuran dapat menyebabkan korban jiwa dan kerusakan barang di sekitar tempat kejadian. Alhasil tawuran remaja membuat takut dan cemas masyarakat sekitar.


2.3       Penyalahgunaan Narkotika
Peredaran narkotika di Indonesia sudah pada tingkat memprihatinkan. Setiap tahun jumlah penggunaanya semakin bertambah. Hal yang mengkhawatirkan adalah remaja merupakan target utama pasar narkotika.
Banyak upaya yang dilakukan oleh aparat berwenag untuk menangkal masuknya zat – zat terlarang itu dari Indonesia. Namun terlepas dari semua tindakkan tersebut, keluarga ikut berperan menciptakan kondisi remaja agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotik.
Istilah narkotik sering kali diartikan sebagai narkoba, NAZA atau Napza. Secara umum, kesemua istilah itu mempunyai pengertian yang hampir sama, yaitu penggunaan zat – zat tertentu yang mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan ketergantungan (adiksi).
2.4       Pornografi
Dahulu pornografi hanya sebatas masalah selingan. Namun kini, pornografi dianggap sebagai pangkal dari permasalahan seksual. Perilaku– perilaku penyimpangan seksual kaum remaja dan pemuda masa kini sudah pada taraf membahayakan. Pornografi kini dijadikan ajang mencari kesenangan bahkan dijadikan sebagai lahan pencarian nafkah yang mengguntungkan.
Pornografi adalah salah satu tindakan kenakalan remaja yang tidak terlihat, tetapi membawa dampak negatif bagi masyarakat. Sebagian besar remaja terlibat dalam pornografi. Mereka menganggap bahwa pornografi adalah hal biasa dan bukan kenakalan remaja. Pornografi dianggap sebagai pendidikan seks. Kenyataannya, pornografi justru merupakan awal mula terjadinya penyimpangan seksual. Sebagai media pendidikan manakala pornografi disikapi dengan sikap bijak dan dilakukan di bawah pengawasan orang dewasa. Sebaliknya, akan menjadi penyimpangan jika melihat dari sudut pandang yang berbeda.

           
BAB III
PEMBAHASAN
3.1       Definisi kenakalan
Menurut  kamus besar   bahasa Indonesia, kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut. Sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu  ketenangan orang lain ; tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi mengemukakan pendapatnya bahwa Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”. Dan Santrock mengatakan bahwa  ”Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang  dilakukan  oleh remaja. Perilaku tersebut  akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Banyak  anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya.

3.2       Definisi Remaja
Masa remaja adalah masa transisi/ peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik,psikis & psikososial. Remaja awal (13-14 thn) Remaja Tengah (15-17 Thn) Remaja akhir (18-21 Thn)
Istilah “Remaja” berasal dari bahasa latin “Adolescere” yang berarti remaja. Mencakup kematangan mental,emosi,social,dan fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh Jhon Pieget, :secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi  dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkat yang sama. Presepsi umum tentang remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain, ada yang berpendapat  bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme yang menjadi harapan penerus bangsa  Perlu dilakukan pembinaan remaja oleh orang tua dan guru harus memahami kejiwaan dan dunia mereka. Bila tidak akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.
3.3       Pandangan Alkitab Terhadap Remaja
Alkitab mengajarkan bahwa sebagai remaja Kristen, tubuh kita adalah bait Allah yang hidup. Paulus amat memperhatikan perbuatan dan tingkah laku orang Kristen. Ia berkata kepada orang-orang Kristen di Korintus demikian: “Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (1Kor. 3:16). Kemudian ia berkata lebih lanjut: “Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait  Roh Kudus yang diam di dalam kamu. . . ?” (1Kor. 6:19).
Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya bahasa retoris “tidak tahukah kamu” yang mempunyai pengertian bahwa mereka  sesungguhnya sudah harus tahu bahwa sebagai orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang hidup di mana Roh Kudus diam di dalam mereka.
Bagi remaja dunia, tubuh adalah alat untuk melampiaskan nafsu tetapi bagi remaja Kristen, tubuh ialah bait  Allah yang kudus sehingga remaja Kristen sepatutnya hidup dalam kekudusan. Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita tetap hidup menuruti hawa nafsu berarti kita mendukakan Roh Kudus. Kita dipanggil untuk meninggalkan  semua kebiasaan yang dapat memperhamba kita tetap hidup dalam dosa supaya kita dapat hidup dalam kekudusan. Apakah ada dosa-dosa yang membelenggu kita seperti pesta-pora, mabuk, judi, narkoba? Kita perlu memohon kepada Tuhan agar kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk lepas dari perbuatan-perbuatan dosa yang memperhamba  kita. Menurut  remaja dunia, pesta-pora, mabuk, judi dan narkoba adalah hal yang normal. Tetapi menurut Alkitab semua itu memperbudak kehidupan kita sehingga kita hidup dalam belenggu dosa.
3.4       PERGAULAN BEBAS REMAJA
Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya angka aborsi dikalangan remaja. Karena perilaku yang tidak bertanggung jawab, maka seringkali kehamilan terjadi diluar kehendak mereka. Maklum, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap sembrono. Sangat berbahaya mengingat hal ini menyangkut  jiwa manusia dan kesehatan reproduksinya dimasa mendatang. Ketidaksadaran akan hal ini sungguh sangat mengkuatirkan. Hal lain yang patut dikuatirkan adalah penggunaan obat terlarang yang marak beredar di pesta-pesta anak muda. Gaya hidup dengan pergaulan seks yang tidak bertanggung jawab juga mereka lakukan pada pacar sendiri. Dan dianggap sebagai ungkapan rasa cinta bila mereka akhirnya bisa tidur bersama. Banyak dilihat kasus-kasus narkoba yang mengarah pada sifat suka mencuri atau bahkan merampok. Konsumsi narkoba memerlukan biaya yang tidak sedikit.
3.5       Faktor – Faktor yang Menyebabkan Kenakalan Remaja
1.    Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.
Kasih Sayang orang tua merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan remaja karena dukungan orang tualah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk berusaha dan untuk berprestasi tetapi jika orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak mempedulikan remaja tersebut, ia akan menjadi anak yang kurang kasih sayang dan ia akan mencari kesenangan sendiri yang bisa membuat dia tenang dan tidak memikirkan masalah dirumah, paling  banyak kasus dari kenakalan remaja ini Indonesia adalah mereka yang berasal dari golongan atas/ anak dari orang tua yang berlebihan dalam materi, orang tua yang sibuk dengan segala urusan bisnis membuat anaknya terlantar dan hanya diurusi oleh pembantu.


2.    Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.
Akibat dari kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua anak akan mencari  kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman  yang tidak sebaya. Yang lebih dewasa dari mereka karena mereka merasa dilindungi sehingga mereka mencari teman-teman yang lebih dewasa dari mereka. Dengan begitu mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.

3.    Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif
Perkembangan  iptek memang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi  para remaja, namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan  fungsi teknologi yang sebenarnya.

4.    Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah
Peran guru  di sekolah juga sangat berpengaruh pada sikap dan tingkah laku seorang remaja. Terkadang guru di sekolah lebih lebih mementingkan intelegensi pelajar dari pada pembinaan terhadap mental dan sikap mereka dan hal ini juga akan berepengaruh pada tingkah laku mereka ada masa depan, karena  guru juga sangat bertanggung jawab atas murid atau pelajar yang mereka didik.

5.    Dasar-Dasar Agama Yang Kurang.
Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini. karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.

6.    Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya
Masa remaja merupakan  masa dimana mereka mulai menyalurkan berbagai bakat dan potensi yang mereka miliki dan terkadang media atau  tempat untuk mereka menyalurkan bakat mereka,tidak tersedia dan akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari kesenangan sendiri dan lebih suka hura-hura daripada duduk tenang dirumah atau belajar.
7.    Kebebasan Yang Berlebihan
Ada orang tua yang dalam mendidik anak mereka menerapkan pola asuh yang demokratis yang berlebihan sehingga anak menjadi yang keras kepala dan sering memaksakan kehendaknya kepada orang tua dan pola asuh seperti ni akan berakibat buruk pada anak.

8.    Masalah Yang Dipendam
Masa remaja sering penuh dengan berbagai problem,terkadang remaja tidak  terbuka pada orang tua, sehingga merek merasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah itu sendiri.ternyata mereka tidak sanggup. Contoh masalah berpacaran,ketika remaja putus cinta terkadang mereka tidak mau menceritakan hal ini kepada orang tua tetapi yang mereka lakukan adalah memendam dan akhirnya mereka sendiri yang depresi dan akhirnya lari ke hal-hal yang tidak baik.mabuk-mabukan merokok,dll.


3.6       Peranan Keluarga dan Agama dalam Pembinaan Remaja
Dalam hal pembinaan kenakalan remaja adalah sangat memerlukakan pegangan atau kekuatan luar yang dapat membantu mereka dalam mengatasi dorongan – dorongan dan kemajuan – kemajuan yang belum mereka kenal yaitu berupa kemajuam dan dorongan yang sering kali bertentangan dengan nilai – nilai yang dianut dimasyarakat dan orang tua.
Bagi remaja yang memilki orang tua yang bijaksana dan mampu memberikan bimbingan moral atau agama kepada remaja diwaktu kecil  maka diusianya itu akan dilalui dengan tenang dan wajar, namun masa remajanya akan dilalui dengan berat.
Remaja yang tumbuh dilingkungan keluarga yang aman dan tentram serta taat beribadah juga dilingkungan sosial. Remaja tersebut akan hidup tenang dan dapat menerima keyakinan beragama.
Perkembangan pergaulan remaja masa kini terutama, yang dihubungkan dengan stabilitas remaja dimana mereka terombang – ambingkan oleh arus
 dan situasi yang ada maka pada diri mereka terjadi konflik.
Keinginan untuk mencoba dan meniru terhadap sesuatu yang baru sesuai dengan pertumbuhan remaja. Dari sudut kejiwaan merupakan salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja.
Menghadapi kenyataan tersebut, jika dirumah remaja tidak mendapat pendidikan moral dan pendidikan agama dari orang tua maka pengaruh negatif akan menimpa para remaja. Apalagi jika kedua orang tua sibuk dengan urusan kantor dan bisnis, dimana jarang terjadi kontak dan dialog  dengan anaknya membuat hubungan antara orang tua dan anak terasa asing baginya. Dirumah remaja tak mendapat kasih sayang  orang tua, orang tua tak sempat memberikan dan menanamkan agama dan moral serta prinsip hidup kepada mereka . hal ini dapat menjadi salah faktor pendorong bagi remaja untuk mencari orang teman yang dapat memberikan kepuasan bagi dirinya sendiri sebagai pelarian dari lingkungan kelurga yang asing bagi mereka.
Kehancuran moral seorang remaja di kota – kota  berawal dari keluarga yang tak mau memperhatikan pergaulan anaknya disekolah sehingga presentase kenakalan remaja cenerung meningkat. Sebaliknya jika remaja yang mendapat bimbingan yang kuat dari orang tuanya akan mengurangi kenakalan remaja karena kenakalan remaja masih bisa diatasi untuk dibina.
3.7       Peranan Hukum dalam Pembinaan Kenakalan Remaja
Upaya untuk mengendalikan citra remaja yang baik maka dalam hukum untuk pembinaan remaja dilihat dari berat ringannya pelanggaran yang dilakukan remaja dan apabila mengarah kepada tindakan kriminalitas bisa saja di penjarakan menurut kententuan hukum yang berlaku. Dipenjarakan atau dilembagakan adala tindakan alternatif apabila pihak diluar hukum dalam hal pembinaan remaja sudah tidak dapat mengembalikan kepada keadaan semula, yaitu remaja yang mempunyai semangat tinggi dan penuh cita – cita untuk nantinya sebagai generasi penerus bangsa.
3.8       Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kenakalan Remaja
1.      Orang tua harus memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya.
2.      Bagi orang tua, jadilah tempat curhat yang nyaman sehingga masalah anak – anak dapat teratasi.
3.      Gereja sebagai organisasi keagamaan harus juga berperan aktif dalam pembinaan terhadap remaja, karena remaja dan pemuda/i merupakan tulang punggung gereja, mereka adalah masa depan gereja, jika mereka tidak hidup berdasarkan dasar-dasar ajaran agama itu sendiri, bagaimana gereja akan bertumbuh? dan disini peran gembala sidang dan para pelayan sangat bisa mendukung remaja untuk bisa bertumbuh dalam iman dan kepercayaannya kepada Tuhan, gereja harus lebih bisa memperhatikan dan mengontrol kegiatan pemuda/I gereja,dan membawa mereka untuk lebih dekat kepada Tuhan.
4.      Perlu ditanamkan dasar agama dan iman yang kuat yang takut akan Allah Tuhan  pada anak – anak sejak dini.
5.      Pengawasan orang tua yang intensif terhadap anak.
6.      Mendukung hobi/bakat anak – anak yang bernilai positif,
7.      Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.

BAB IV
PENUTUP
4.1       Kesimpulan
Jadi pada dasarnya pergaulan bebas dan kenakalan remaja itu adalah apa yang disebut sekarang dengan dampak yang memang mutlak ada dizaman sekarang ini, disaat perkembangan jiwa remaja dan perkembangan teknologi yang semakin bertambah maju.
Dengan demikian akhirnya, pergaulan bebas dan kenakalan remaja mempunyai akses yang luas di lingkungan masyarakat. Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dan kenakalan remaja, yaitu pada saat yang semakin bertambah parah keadaannya. Jika tidak kita arasi bersama, maka akan sulitlah pembinaannya dikemudian hari nanti. Karena semakin bertambahnya usia maka perkembangannya pun mungkin lebih komplek.
Berbagai kasus yang terjadi kebanyakannya adalah terjadi di kota – kota besar dimana manusianya selalu sibuk dengan kegiatan individu masing – masing. Walaupun tidak semuanya demikian namun paling tidak kita semua tahu bahwa hal tersebut adalah bukan rahasia umum lagi dikalangan remaja yang mana penyebabnya adalah salah asuhan dari orang tua. Demikian pula dengan adanya suatu sistem yang mengarah pada sistem sekuler atau pemisahan antara ilmu pengetahuan dan agama. Artinya ilmu pengetahuan diberiakan dengan luas serta dimengerti tetapi agam sebagai modal dasar dipelajari sendiri oleh setiap individu.
Dalam pembinaan pergaulan bebas dan kenakalan remaja ini berbagai pihak turun untuk menanganinya dan ini sudah sampai pada tahap yang serius karena akhir – akhir ini kenakalan remaja semakin meningkat.
4.2       Saran – saran
Untuk memberikan saran dalam makalah ini penyusun tidak dapat memberikan lebih banyak selain yang sering diketahui untuk hidup yang wajar dalam lingkungan masyarakat, keluarga maupun beagama .
Sebagai remaja yang baik kita haurs mentaati segala aturan maupun norma– norma yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai manusia yang memiliki naluri untuk menilai sesuati itu baik atau buruk untuk kita agar kita tidak terjerumus kepada hal yang tidak baik.
Serta orang tua seharusnya meluangkan waktu untuk membimbing serta mendidik anak mereka.
Demikian sedikit saran dari kami bermanfaat serta dapat diambil maknanya. Tuhan Yesus Memberkati.



DAFTAR PUSTAKA
Hasan Basri.2004.Remaja Berkualitas serta Problematika Remaja dan Solusinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kartina Kartono.2006.Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja,Jakarta: Rajawali Pers.
Sudarsono.2004.Kenakalan Remaja,Jakarta: Rineka Cipta.

KELOMPOK III
1.     DEVI UNTARI                                         NIM : ACB  112  042
2.     CHYNTIA RUT LOLITA                        NIM : ACB  112  044
3.     RISKY NOVAN                                        NIM : ACB  112  046
4.     RATU LINGGA                                        NIM : ACB  112  052
5.     NOVITA                                                    NIM : ACB  112  054